Upaya mengembangkan perpustakaan desa sebagai ruang belajar yang inklusif terus didorong melalui kegiatan Management Empowerment #Batch 1 yang mengusung tema "Mengelola Perpustakaan Desa Sebagai Wadah Literasi, Edukasi dan Kreasi Bagi Generasi Muda". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) 2026 Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) di Balai Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, anggota Karang Taruna Cahaya Fortuna memperoleh penguatan mengenai konsep pengelolaan perpustakaan desa yang tidak hanya berorientasi pada administrasi dan koleksi buku, tetapi juga mampu menjadi ruang literasi, edukasi, serta pengembangan kreativitas bagi generasi muda. Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu melahirkan pengelola perpustakaan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Materi disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purworejo, Nurmansyah Alami, M.T., yang menekankan pentingnya transformasi fungsi perpustakaan desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, keberadaan perpustakaan desa memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas masyarakat apabila dikelola secara kreatif dan melibatkan generasi muda dalam setiap program yang dijalankan.
"Perpustakaan desa tidak harus dipandang hanya sebagai tempat membaca buku. Jadikan perpustakaan sebagai ruang berkumpul yang nyaman, tempat berdiskusi, berbagi ide, bahkan menikmati secangkir kopi bersama, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, merasa memiliki dan ingin terus datang," ungkap Nurmansyah.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang terdiri atas sekitar 30 anggota Karang Taruna Cahaya Fortuna bersama Tim PKM-PM 2026. Berbagai pembahasan mengenai kondisi perpustakaan Desa Ketiwijayan serta peluang pengembangannya menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun budaya literasi di lingkungan desa.
Ketua Tim PKM-PM 2026, Tanti Trinawati dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas pemuda desa. Perpustakaan desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan belajar, diskusi, pelatihan keterampilan, hingga ruang kolaborasi yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi kepemudaan, PKM-PM 2026 UMPWR optimistis perpustakaan desa dapat berkembang menjadi pusat literasi yang lebih hidup, inovatif, dan berkelanjutan. Keberadaan perpustakaan yang dikelola secara aktif diharapkan mampu mendorong lahirnya budaya belajar sepanjang hayat sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan desa.
Media Centre Biro Kemahasiswaan, Promosi dan PMB Universitas Muhammadiyah Purworejo
Admin: 0851-6373-1964 | 0851-1779-1964
Instagram: @bimawa.umpwr | @pmbumpwr
Website: kemahasiswaan.umpwr.ac.id | pmb.umpwr.ac.id