Purworejo – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ibnu Taimiyah Universitas Muhammadiyah Purworejo kembali menggelar NGOPI (Ngobrol Perkara Islam) sebagai ruang diskusi dan penguatan intelektual bagi kader serta mahasiswa. Kegiatan yang mengusung tema “Islam Mengajarkan Akhlak, Politik Menguji Akhlak” ini menghadirkan Agung Rezki, kader PK IMM Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Agung menegaskan bahwa Islam merupakan ajaran yang menyeluruh dan tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, tetapi juga kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga politik. Ia mengawali materi dengan mengutip QS. Ali Imran ayat 110 yang menegaskan peran umat Islam sebagai pelopor kebaikan melalui gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang berlandaskan keimanan kepada Allah SWT.
"Islam bukan sekadar mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga membimbing manusia dalam membangun peradaban, menghadirkan keadilan, dan memberikan manfaat bagi sesama", ujarnya.
Agung menjelaskan bahwa nilai-nilai Islam harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas kehidupan. Untuk itu, ia memperkenalkan tiga konsep penting dalam paradigma keilmuan Islam, yakni teoantroposentrisme, dediferensiasi, dan ilmu integralistik.
Teoantroposentrisme menempatkan Allah SWT sebagai pusat nilai sekaligus menegaskan peran manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengelola kehidupan. Sementara itu, dediferensiasi menolak pemisahan agama dari berbagai aspek kehidupan sehingga nilai-nilai Islam harus hadir dalam pendidikan, organisasi, ekonomi, maupun politik.
Adapun konsep ilmu integralistik menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu umum sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan perlu dibangun di atas nilai-nilai wahyu agar mampu melahirkan solusi yang adil, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pemikiran tersebut, lanjutnya, sejalan dengan gagasan dalam buku Islam sebagai Ilmu yang memandang Islam tidak hanya sebagai ajaran normatif, tetapi juga sebagai paradigma keilmuan yang dapat menjadi dasar transformasi sosial dan pembangunan peradaban.
Dalam konteks organisasi mahasiswa, Agung menekankan bahwa organisasi bukan sekadar tempat belajar kepemimpinan, tetapi juga ruang dakwah dan pengabdian. Oleh karena itu, setiap program kerja organisasi seharusnya mengandung nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi.
Humanisasi diwujudkan melalui kegiatan yang memperkuat solidaritas sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Liberasi diwujudkan melalui upaya membebaskan masyarakat dari kebodohan dan ketidakadilan melalui pendidikan maupun pemberdayaan. Sementara itu, transendensi menjadi fondasi spiritual agar seluruh aktivitas organisasi tetap berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan.
Sejalan dengan tema kajian, Agung menegaskan bahwa politik sejatinya merupakan instrumen untuk mewujudkan kemaslahatan bersama. Menurutnya, tantangan terbesar dalam politik bukanlah meraih kekuasaan, melainkan menjaga akhlak ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan.

“Politik adalah ruang ujian akhlak. Nilai kejujuran, keadilan, amanah, dan tanggung jawab harus tetap menjadi pegangan dalam setiap prosesnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai insan akademis dan agen perubahan memiliki tanggung jawab menghadirkan budaya politik yang sehat melalui pemikiran kritis, sikap objektif, serta keberanian menyampaikan kebenaran tanpa meninggalkan adab dan etika.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan peserta mengenai hubungan Islam, politik, dan peran mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman. Melalui forum ini, peserta diajak memahami bahwa Islam memiliki perspektif yang luas dalam membangun masyarakat yang berkeadaban.
Kegiatan NGOPI menjadi salah satu bentuk komitmen PK IMM Ibnu Taimiyah dalam membangun tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. Melalui ruang diskusi yang terbuka, kader didorong untuk terus mengembangkan wawasan keislaman yang progresif sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.
Melalui kegiatan ini, PK IMM Ibnu Taimiyah berharap lahir kader-kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, wawasan keislaman yang komprehensif, serta mampu menjadi pelopor gerakan intelektual dan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. (IMMIT/MCB)
Media Centre Biro Kemahasiswaan, Promosi dan PMB Universitas Muhammadiyah Purworejo
Admin: 0851-6373-1964 | 0851-1779-1964
Instagram: @bimawa.umpwr | @pmbumpwr
Website: kemahasiswaan.umpwr.ac.id | pmb.umpwr.ac.id