IMG-LOGO
Beranda Berita Sekolah Politik PK IMM Ibnu Sina Dorong Mahasiswa Bijak dan Kritis Hadapi Isu Politik Digital
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Sekolah Politik PK IMM Ibnu Sina Dorong Mahasiswa Bijak dan Kritis Hadapi Isu Politik Digital

IMG

PK IMM Ibnu Sina Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan kegiatan Sekolah Politik pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Ruang FKIP Kampus Barat Universitas Muhammadiyah Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif dari berbagai program studi di lingkungan UMPWR, serta perwakilan mahasiswa dari kampus lain yakni IBISA dan IAIN An Nawawi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh IMMawan Revo Bagus Ardana selaku Ketua Koordinasi Komisariat. Sekolah Politik menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Agus Budi Santoso, S.H., M.H., dosen Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Purworejo, serta IMMawan Dwi Kurniadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Sekolah Politik ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu politik di era digital, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menanggapi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore hari ini diawali dengan laporan Ketua Panitia, dilanjutkan sambutan Ketua Umum PK IMM Ibnu Sina, serta dibuka secara resmi oleh Ketua Koordinasi Komisariat, IMMawan Revo Bagus Ardana. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi pertama oleh Bapak Agus Budi Santoso, S.H., M.H., yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif.

 

Dalam pemaparannya, Agus Budi Santoso menegaskan bahwa di era digital mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial yang dituntut untuk bersikap kritis terhadap praktik politik yang menyimpang. Ia juga menambahkan bahwa peran strategis mahasiswa dalam menyikapi politik masa kini harus diwujudkan melalui aksi nyata. “Media sosial hanyalah alat, bukan tujuan. Mahasiswa harus memiliki kesadaran politik sebagai pilar demokrasi konstitusional,” tegasnya.

 

Pemaparan materi kedua disampaikan oleh IMMawan Dwi Kurniadi yang menyoroti dinamika politik dalam masyarakat digital. Ia menyampaikan bahwa masyarakat saat ini hidup dalam network society, di mana kekuasaan banyak beredar melalui informasi. “Siapa yang menguasai narasi, maka dialah yang menguasai opini publik,” ujarnya. Usai sesi materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan role play oleh panitia yang mengangkat tema politik, kemudian dilaksanakan sesi debat yang dipandu oleh IMMawan Dwi Kurniadi. Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok pro dan kontra, dengan durasi debat masing-masing sesi selama 10 menit. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penutupan resmi. Melalui kegiatan Sekolah Politik ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki kesadaran politik yang matang, kritis, serta mampu berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah derasnya arus informasi digital.